Ujian Nasional-Budiyono Dion,
Tahun 2015 UN
Tidak Lagi Penentu Kelulusan?
Selama ini Ujian Nasional (UN) adalah hal yang
selalu menghantui pelajar, orang tua, dan sekolah, karena hal itu sebagai penentu
nasib pelajar dalam kelulusannya. Keberhasilan siswa dalam 3 tahun hanya
ditentukan hasil UN selama 3 atau 4 hari saja. Namun dalam pemerintahan baru
tampaknya, UN dipertimbangkan sebagai penentu kelulusan.
Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah terus
mengkaji dan mengevaluasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Kini tengah dicari
sistem UN yang ideal.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan
Menengah Anies Baswedan mengatakan, dirinya sudah meminta Badan Standar
Nasional Pendidikan (BSNP) untuk menganalisis terkait pelaksanaan UN.
“Saya telah meminta BSNP untuk melakukan
review atau kajian terhadap keberlangsungan UN,” ungkap Anies menjawab pers di
sela sela acara Anugerah Ki Hajar, di Kemendikbud, Jakarta, Kamis (20/11/2014)
malam.
Lebih lanjut ia menyatakan bukan tidak
mungkin UN ditiadakan. Untuk itu harus dirancang sistem evaluasi pembelajaran
yang lebih menyeluruh. Guna menyusun itu, pihaknya telah meminta pendapat dan
masukan dari sejumlah pakar yang telah melakukan penelitian terkait UN.
Anies juga mengungkapkan kemungkinan besar,
UN tidak akan digunakan lagi sebagai penentu kelulusan. “Kalau soal proporsi
kelulusan, sebenarnya UN sudah bukan lagi menjadi penentu,”cetusnya.
Seperti diketahui, di era M Nuh sebagai
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kelulusan siswa ditentukan 60 persen nilai
UN dan 40 persen nilai sekolah. Persoalannya, kata Anies, sistem ini membuat
belajar di sekolah menjadi tak efektif. Belajar hanya untuk menjawab ujian.
"Saya bedakan studying dan learning.
Yang dibutuhkan learning, tetapi yang terjadi studying atau bisa menjawab ujian
saja," ungkapnya.
Dia menambahkan kajian tentang UN juga
menyangkut waktu pelaksanaannya. Misalnya, apakah ujian tetap dilakukan di
kelas III seperti sekarang atau dilakukan di kelas II. Selain itu, apakah tetap
digelar di pertengahan tahun atau akhir tahun.
Pada kesempatan sebelumnya, Anies memastikan
UN tidak akan sama seperti saat ini. Fungsi UN hanya sebagai pemetaan pendidikan
bukan penentu kelulusan siswa.