Ujian Nasional-Budiyono Dion
Polisi
Menahan Polisi dan Guru Pembocor Kunci Jawaban UN SMA
Polisi berhasil menahan
Polisi dan Guru pembocor kunci jawaban dalam pelaksanaan UN SMA beberapa waktu
yang lalu.( http://www.suarapembaruan.com/
Jumat, 16 Mei
2014). Sumber peredaran
lembar
kunci jawaban ujian nasional (UN) yang ternyata berasal dari Lamongan. Wow…bagaimana
hal ini terjadi…ikuti berita selengkapnya berikut ini.
Wow...Polisi Dan Guru
Terlibat Kecurangan UN
Jumat, 16 Mei 2014 | 9:01
[LAMONGAN]
Oknum anggota Kepolisian Resor (Polres) Lamongan yang bertugas mengawal
pengiriman naskah soal ujian nasional (Unas) SMA sederajat 2014, kini meringkuk
di sel tahanan internal Polres setempat.
Langkah itu diambil
pimpinan Polres setelah Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membongkar
bocornya peredaran lembar kunci jawaban ujian nasional (UN) yang ternyata
berasal dari Lamongan.
Lembar kunci jawaban soal
UN itu semula dikerjakan sejumlah ahlinya (guru) setelah lembar soal dicuri
sekelompok oknum terorganisir pada saat pengiriman dari Polres ke Polsek.
“Kita tindak tegas
ketidakdisiplinannya dan kita akan tangani pelanggaran kode etik yang dilakukan
oknum anggota (polisi) kami,” ujar Kapolres Lamongan AKBP Solehan yang
dikonfirmasi, Kamis (15/5) malam.
Sanksi yang dijatuhkan
terhadap oknum anggotanya, menurut Kapolres adalah sebagai bentuk tanggung
jawab yang sportif atas kelalaian yang bersangkutan sehingga anggotanya yang
melaksanakan tugas pengawalan soal UN berhasil dikecoh dengan cara diajak
mampir makan di rumah makan.
“Pada saat diajak makan
bersama itulah, ada sekelompok orang yang sengaja mencurinya dengan mengambil
per lembar soal UN dari puluhan kardus-kardus bersegel,” ujar Kapolres sambil
menambahkan, jika sampai oknum anggota itu terbukti menerima uang untuk
meloloskan aksi pencurian soal UN, maka dipastikan akan dipidanakan.
Selain itu Kapolres
membenarkan, pihaknya sudah mengantongi tujuh orang yang ikut dalam aksi
pengalihan terhadap anggota pengawalan naskah soal UN SMA.
“Kita sudah memeriksa 20
orang saksi, dan tujuh di antaranya terlibat dan akan kita tetapkan sebagai
tersangka pula,” ujar Kapolres sambil membenarkan, kasus yang ditangani
Polrestabes Surabaya adalah kasus kebocoran lembar kunci jawaban UN yang dibuat
oknum-oknum guru beserta kelompoknya di Lamongan setelah mengerjakan secara
bersama-sama atas soal-soal yang semula dicurinya.
“Kita juga sudah
mengamankan barang bukti keeping VCD berisi kunci jawaban soal UN SMA yang
semula dikerjakan sekelompok guru yang menjadi bagian dari sindikat pencurian
soal UN SMA 2014,” tandas Kapolres.
Guru Dipecat
Sementara itu, Dinas
Pendidikan (Dindik) Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur bertindak tegas terhadap
kasus bocornya kunci jawaban Ujian Nasional (UN) SMP di Kota Kediri 2014 belum
lama ini.
Disdik menyatakan sudah
mengambil langkah pemecatan terhadap oknum guru sekolah dasar (SD), salah satu
penyebar kunci jawaban matematika yang dipergoki petugas kepolisian setempat.
“Mulai tahun ajaran
mendatang yang bersangkutan (pelaku) sudah diberhentikan dari kegiatan
mengajar. Kami mengambil tindakan tegas kepadanya, karena perbuatannya sudah
tidak dapat ditolerir,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Kediri,
Drs H Noto, MM di Sekolah Dasar (SD) Rahmat, Kota Kediri, Kamis (15/5).
Kendati sudah mengambil
langkah pemecatan, Noto enggan membeberkan identitas oknum guru SD yang
terlibat dalam tindak pidana menyebarkan lembar kunci jawaban UN SMP tersebut.
Ia hanya mengatakan, jika
oknum guru tersebut baru berstatus sebagai Guru Tidak Tetap (GTT). Tindakan
pelaku, dianggap telah mencoreng dunia pendidikan, terutama di Kota Kediri.
Sebelumnya, Polres Kediri
Kota, terus melakukan penyelidikan terkait kasus kebocoran kunci jawaban UN
tingkat SMP di Kota Kediri. Polisi berhasil menemukan dua otak penyebar kunci
jawaban mata pelajaran matematika dari pelajar SMP Negeri 8 Kediri.
Kapolres Kediri Kota, AKBP
Budhi Herdi Susianto, dua penyebar tersebut adalah oknum guru SMP dan seorang
alumni SMP di Kota Kediri.
Keduanya mendapatkan kunci
jawaban tersebut dari wilayah Kabupaten Jombang yang dijual ke siswa dengan
harga Rp 250.000 per paket.
Sesuai hasil pemeriksaan
kepolisian tingkat akurasi kunci jawaban dari 20 varian mencapai mencapai 70
hingga 80 persen.
Sebelumnya kunci jawaban
itu terungkap saat polisi berpatroli dan ada kerumunan siswa di tempat foto
kopi jalan penanggungan Kota Kediri.
Dari situ para siswa tampak
antri mendapatkan kunci jawaban matematika. AKBP Budhi Herdi Susianto, mantan
penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu membenarkan, sebelum menyebar
lembar jawaban UN SMP itu ke siswa SMP di Kota Kediri, kunci jawaban tersebut
ternyata sudah beredar di wilayah Kecamatan Papar dan Purwoasri, Kabupaten Kediri
serta Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.
Sesuai hasil pemeriksaan
kepolisian tingkat akurasi kunci jawaban dari 20 varian mencapai mencapai 70
hingga 80 persen.
“Kita masih menyelidiki,
apakah kasus ini terkait dengan kasus yang ditangani Polrestabes Surabaya yang
dalangnya ada di Kabupaten Lamongan,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan
sebelumnya lembar kunci jawaban itu terungkap saat polisi berpatroli dan
menemui kerumunan siswa di tempat foto kopi di Jalan Penanggungan, Kota Kediri.
Dari tempat itu para siswa antre mendapatkan kunci jawaban matematika dengan
membeli seharga Rp 250.000 per paket yang ‘dijual’ oknum guru tidak tetap.
[ARS/L-8]