Ujian Nasional-Budiyono Dion
Tentang
Kebocoran Soal UN
Berita tentang kebocoran soal Ujian Nasional
(Unas) setiap penyelenggaraan Ujian setiap tahunnya hingga kini selalu saja
terjadi.
RIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Fenomena kebocoran
soal Ujian Nasional (Unas) hingga muncul kunci jawaban kembali mengemuka.
Namun di balik kebocoran soal ini diduga ada
mafia pendidikan bermain di balik kebocoran Unas ini.
"Belum lama ditemukan kebocoran soal di
tingkat nasional di Jakarta saat Unas SMA. Soal bisa diakses bebas di internet.
Sekarang kunci jawaban Unas SMP beredar. Kami menengarai ada mafia Unas di
sini," ujar Muhammad Iksan, anggota Komisi E DPRD Jatim, Rabu (6/5/2015).
Kebocoran soal Unas dinilai sudah menjadi isu
lama. Namun saat ini bukan lagi isu karena setiap tahun selalu muncul kebocoran
Unas. Kunci jawaban beredar adalah bukti nyata kebocoran ini.
Di sejumlah daerah berseliweran kunci
jawaban. Laporan itu sudah sampai ke Komisi E. Di antaranaya Jember, Lumajang,
dan Surabaya.
Terlepas dari bahwa beredarnya kunci jawaban
itu benar atau tidak, namun kalau kunci jawaban sudah beredar artinya semua
harus dipertanggungjawabkan.
"Sudah bukan rahasia umum, Unas itu
adalah proyek besar. Percetakan semua itu ada dana besar," kata Iksan.
Jika setiap jenjang sekolah peserta Unas
rata-rata 1 juta siswa, Iksan menuturkan sudah bisa dihitung berapa besar
anggaran hanya untuk mencetak soal dan kunci jawaban,
Unas selama ini masih belum bergeser dari
paragima lama. Gengsi-gengsian dan reputasi sekolah ditentukan oleh Unas.
Pemahaman ini lah yang keliru.
"Kebocoran soal itu harus disudahi.
Mafia pendidikan dan mafia Unas harus dihentikan. Harusnya kisi-kisi soal harus
disiapkan ke setiap sekolah. Ini salah satu solusi agar kebocoran soal tak
ada," kata Iksan.
Ada masalah mendasar dalam pendidikan di
Indonesia. Ada gap dan tidak meratanya pendidikan. Antarsekolah dan guru
berpusat di pusat kota. Ada sekolah favorit dan tidak favorit. Begitu juga
infrastruktur pendidikan. Seharusnya ada kebijakan pemerataan pendidikan ini.