Ujian Nasional-Budiyono Dion.
Ujian
Guru Bersertifikat Pendidik
Pemerintah
memberikan penghargaan berupa tunjangan guru sebesar gaji pokoknya bagi mereka yang
lulus ujian sertifikasi pendidik. Ujian ini dilaksanakan secara bertahap setiap
tahun bagi guru yang telah memenuhi persyaratan tertentu.
URABAYA - Dua ujian menghadang hampir lima
ribu guru peserta pendidikan latihan profesi guru (PLPG). Setelah melewati dua
tes tulis dan praktik, 1.388 guru dinyatakan tidak lulus. Adapun 2.606 guru
lain berhasil lulus. LPTK Unesa menyatakan, tingkat kelulusan PLPH tahun ini
meningkat.
Total
ada 4.909 peserta PLPG kuota 2014 di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
(LPTK) Unesa. Namun, ada ratusan peserta yang absen tanpa alasan, absen dengan
alasan, gugur, maupun yang digugurkan karena tidak memenuhi syarat.
Di
antara mereka, ada 4.733 yang mengikuti ujian. Lantas, 2.606 dinyatakan lulus
serta 1.388 orang tidak lulus ujian pertama dan harus mengulang ujian kedua.
Kelulusan peserta PLPG 2014 meningkat daripada 2013. Saat itu hanya 50 persen
yang lulus.
Mengapa
sampai tidak lulus? Ketua Panitia Pelaksana Sertifikasi Unesa Alimufi menyebut,
ada beberapa ujian kelulusan PLPG. Yaitu, ujian tulis nasional dan ujian tulis
dari LPTK (lokal). Lalu, ujian praktik mengajar. Ujian tulis nasional minimal
mendapat nilai 42. Ujian tulis lokal minimal 65.
"Sedangkan
skor akhir atau rata-rata nilai akhir minimal 65," kata Alimufi. Mereka
belum lulus pada ujian tahap pertama rata-rata karena daya analisis lemah.
Soal-soal ujian tulis lokal yang biasanya berisi kasus-kasus tidak bisa
diselesaikan dengan baik. "Banyak yang sudah tua sehingga sangat kurang
dalam menganalisis suatu kasus," imbuhnya.
Nah,
peserta yang belum lulus bisa mengikuti ujian ulang pada 11-12 Oktober. Alimufi
menyebut, peserta PLPG Rayon 114 di Unesa berasal dari 27 provinsi. Sebagian
besar adalah guru PAUD/TK, lalu guru SD, dan guru penjaskes.