Ujian Nasional-Budiyono Dion,
Tahun 2015,
Sangat Mungkin Tidak Ada UN
Tahun 2015, Sangat
Mungkin Tidak Ada UN. Sumeks.co.id memberitakan bahwa, Nasib ujian nasional (UN) 2015 masih belum jelas. Sebab Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan kini mulai melakukan
evaluasi ujian tahunan penentu kelulusan itu. Apakah UN tetap dipertahankan
sebagai ujian penentu kelulusan atau dihapus, akan
segera diputuskan pemerintah.
Ditemui di kantornya kemarin, Anies
mengatakan pada tahap awal evaluasi UN itu, dia berkonsultasi dengan Badan
Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Banyak aspek yang ingin dilihat Anies lebih
dalam. Di antaranya yang paling mendesak adalah, apakah UN masih dipakai
sebagai penentu kelulusan siswa.
"Pandangan saya kalau dari proporsi
kelulusan, UN sudah bukan lagi menjadi penentu kelulusan," paparnya.
Sebab, selama beberapa tahun terakhir, kelulusan UN hampir sempurna. Persentase
kelulusan unas sudah mendekati 100 persen.
Contohnya pada penyelenggaraan UN 2013/2014
April lalu. Hasil pengolahan akhir, dinyatakan 1.624.946 siswa SMA (99,52
persen) dinyatakan lulus dan 7.811 (0,48 persen) tidak lulus. Sedangkan untuk
kelompok SMK ada 1.170.748 siswa (99,90 persen) lulus dan ada 1.159 (0,1
persen) tidak lulus.
Menurut menteri kelahiran Kuningan, Jawa
Barat itu, dengan diselenggarakan unas, maka siswa hanya belajar untuk
mengerjakan soal ujian. Sehingga anak-anak terbiasa dengan penguasaan materi
pelajaran pada fase low order thinking (berpikir level rendah). "Padahal
yang kami harapkan, para siswa itu sudah masuk fase high order thinking
(berpikir level tinggi)," kata Anies.
Menteri lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM)
itu mengatakan, dalam pertemuan pertama dengan BSNP ini belum ada keputusan
penting. Anies mengatakan inti dari pertemuan perdana yang berlangsung Kamis
lalu (20/11) itu, dia menugasi BSNP mengevaluasi penyelenggaraan UN secara
menyeluruh.
Namun soal penghapusan UN, Anies menjawab
secara diplomatis. "Tapi sangat mungkin (tahun depan, red) tidak ada
UN," jelas dia. Namun, dia meminta masyarakat menunggu keputusan final di
Kemendikbud.
Program evaluasi UN ini merupakan agenda
penting kedua saat kepempimpinan Anies. Sebelumnya dia sudah menggelindingkan
evaluasi Kurikulum 2013 (K13). Dari hasil sementara evaluasi, Anies mengatakan
isi atau konten K13 baru setengah matang. Namun, bahan yang setengah matang itu
diterapkan secara menyeluruh di Indonesia. (wan/end/war/dio).