Ujian Nasional-Budiyono Dion
Penilaian Guru pada
Muridnya Diuji di SNMPTN
Sebuah
penilaian menggambarkan kualitas. Penilaian guru pada muridnya adalah rapot
menyeluruh terhadap kualitas murid. Karena semestinya, gurulah yang paling tahu
kualitas anak didiknya. Sehingga bobot nilai yang diberikan guru pada siswa
juga menggambarkan kualitas guru dan institusi (sekolah) yang menaunginya.
Itulah sebabnya Mendikbud menghagai prestasi siswa di masing-masing sekolah
untuk mendapat peluang pada Seleksi
Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dan penilaian
guru pada Muridnya diuji kembali di SNMPTN.
Wartawan TEMPO.CO,
melaporkan; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh akan tetap
mempertahankan penerimaan mahasiswa baru dengan pola undangan yang bernama SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk
Perguruan Tinggi Negeri).
Menteri
Nuh menjelaskan konsep SNMPTN adalah mengakui prestasi siswa selama bersekolah.
"Dasar penerimaannya adalah nilai rapor di semester 3, 4, dan 5. Ditambah
nilai ujian nasional dan prestasi siswa. Mau prestasi olimpiade, seni tari,
atau lainnya. Pokoknya prestasi itu diberi pengakuan," katanya saat
meresmikan gedung pusat kegiatan belajar masyarakat Ar Ridho di Surakarta, Jawa
Tengah, Senin, 2 Juni 2014.
Dia
menilai SNMPTN tidak berbeda dengan Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).
Bedanya, PMDK dilaksanakan per perguruan tinggi negeri, untuk SNMPTN dilakukan
secara nasional.
Sebelumnya,
Rektor Universitas Sebelas Maret
Surakarta Ravik Karsidi meminta ada evaluasi SNMPTN. Sebab
ada kecenderungan kualitas mahasiswa baru yang diterima lewat jalur SNMPTN
kalah oleh mereka yang diterima lewat jalur tulis. (Baca: UNS Minta Jalur Penerimaan
SNMPTN Dievaluasi)
"Sebaiknya
tidak semua siswa kelas XII bisa mendaftar lewat jalur SNMPTN. Selain itu
kuotanya dikurangi dari 50 persen," kata Ravik akhir Mei lalu. Dia menilai
penerimaan hanya berdasarkan nilai rapor, nilai ujian nasional, dan prestasi
tidak menjamin kualitas mahasiswa baru. Dia berkeyakinan seleksi lewat ujian tulis
lebih menjamin kualitas.
Nuh
membantah jika kualitas mahasiswa baru yang diterima lewat jalur SNMPTN kurang
bagus. Dia menilai mereka yang diterima lewat SNMPTN sama berkualitasnya dengan
yang diterima melalui jalur tes atau SBMPTN.
Menurutnya
konsep SNMPTN atau penerimaan mahasiswa baru tanpa ujian tulis dipilih sebagai
jalur penerimaan utama karena ada korelasi antara anak yang berprestasi tiap
semester dengan prestasi di kemudian hari. "Sehingga kami ingin paling
tidak 50 persen mahasiswa baru diterima lewat SNMPTN," ucapnya.
Sumber TEMPO.CO