Ujian Nasional-Budiyono Dion
Delapan Masalah Pelaksanaan UN 2014
Terdapat beberapa temuan
permasalahan tentang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2014. Sejumlah
permasalahan itu antara lain menyisakan, yaitu tahap sosialisi, koordinasi
& kerja sama dengan instansi terkait, pengawasan proses cetak, pengawasan
distribusi naskah, pengawasan satuan pendidikan, temuan selama UN (pelanggaran
& hambatan), proses scanning serta pengiriman hasil pemindaian ke pusat.
Dalam rilisnya pikiran rakyat.com
menyebutkan, Ketua Panitia Pengawasan Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Dr. Uyu
Wahyudin menyampaikan permasalahan UN itu dalam siaran persnya yang diterima
"PRLM", Senin (14/7/2014). Evaluasi Paripurna Pengawasan Pelaksanaan
Ujian Nasional SMA/MA, SMALB, SMK, serta Ujian Nasional (UN) Pendidikan Kesetaraan
Paket C/Paket C kejuruan di Provinsi Jawa Barat dilaksanakan Jumat (11/7/2014),
di Lembang Bandung.
Dikatakan Wahyudin, meski
pelaksanaan UN lancar, tapi masih ada yang belum taat asas. Walaupun secara
umum tidak mengganggu pelaksanaan UN. Contohnya naskah soal kurang atau
tertukar. Hal itu dapat diatasi dengan cara fotocopy sehingga pelaksanaan UN
tetap sesuai jadwal.
Di lapangan, Wahyudin mengakui,
masih terlihat siswa terlambat datang. Sedangkan tentang isu adanya kunci
jawaban yang sempat beredar di kalangan siswa, hal itu tidak terbukti.
"Memang setiap tahun
pelaksanaan UN ada saja yang memanfaatkan situasi meski itu tidak terbukti.
Kami meminta bahwa masyarakat atau peserta didik jangan terbawa arus informasi
yang hanya jebakan dan tiap tahun selalu muncul," demikian Wahyudin.
Acara ini dihadiri Kadisdik Provinsi
Jawa Barat Prof. Dr. H. Moh. Wahyudin Zarkasy, CPA, Drs. Dedi sutardi M.Pd,
Kakanwil Kemenag Jawa Barat Drs. Harun Harosid, M.Pd., pihak Kepolisian,
Kabalitbang Kemendikbud Prof. Furqon, Ph.D., M.A., Penanggung Jawab Pelaksanaan
Pengawasan yang juga Rektor UPI Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. Sunaryo
mengatakan, evaluasi penting. Evaluasi bertujuan untuk memberikan solusi dari
setiap permasalahan. Bukan untuk mencari kesalahan dalam pelaksanaan UN.
UN Tahun ini kata Sunaryo dilakukan
dengan program memperpendek jarak tempuh dan cara menambahkan regional.
“Artinya jarak antar regional cukup dekat, implikasinya soal datang tepat
waktu."
Hal lain adalah soal tertukar akibat
kesalahan dari percetakan. Meski demikian dak mengganggu karena diatasi dengan
fotocopy.
Ke depan, UN harus lebih baik untuk
memberikan motivasi. Pelaksanaan UN tetap dilakukan sepanjang pemerintah tidak
mencabut kebijakan tersebut.