Bisnis Intelektual Ilegal Bernama
Joki UN
Berita yang memperihatin di dunia
pendidikan lagi-lagi terlansir di media massa. Kepolisian Resor Kota Besar
Surabaya menangkap seorang oknum mahasiswa yang menjadi otak joki ujian
nasional (UN) tingkat SMA dan masih memburu jaringan pelaku lainnya. (http://utama.seruu.com/read/2014/04/28/211592..).
Menurut berita tersebut, Polisi akhirnya menangkap pelaku di rumahnya, di
Lamongan.
Sungguh ironis bagi kita bangsa
Indonesia yang sedang gencar-gencarnya membangun proyek besar pendidikan nasional
dengan meningkatkan anggaran pendidikan. Namun oknum yang tidak bertanggung
jawab selalu saja muncul sebagai antagonis.
Pihak Polisi kini sudah menangkap
enam tersangka yang diduga sebagai joki UN SMA di Surabaya dan sekitarnya.
Kasus ini mengemuka setelah ditemukannya bocoran jawaban UN. Tersangka
berinisial Abd, salah satu mahasiswa politeknik perkapalan negeri di Surabaya.
Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka bertugas sebagai penyalur soal dan
kunci jawaban UN.
Polisi, masih terus memburu
tersangka lainnya yang termasuk dalam jaringan joki UN. Pihaknya juga mengaku
sudah memiliki sejumlah informasi dan mengantongi nama-nama lainnya. Sebelum
menangkap Abd, polisi yang terbentuk dalam tim khusus ini berhasil membekuk
lima oknum mahasiswa asal perguruan tinggi swasta di Surabaya. Kelimanya
masing-masing berinisial Bgs (20), Brn (19), Str (19), Alf (19) dan Dyt (20).
Dua nama di depan bertugas sebagai ketua dan wakil koordinator dalam jaringan
ini. Sedangkan lainnya bertugas pencari siswa yang menginginkan jawaban.
Mereka, para penjahat intelektual, ditangkap di sebuah alun-alun di Yogyakarta
oleh tim khusus usai menerima laporan bahwa kelimanya ke luar kota. Semua masih
menjalani proses pemeriksaan intensif. Di hadapan penyidik, para tersangka
mengaku bisa meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.
Tidak hanya di Surabaya, mereka
kerap berpindah-pindah sasaran, seperti di Malang, Bandung, Yogyakarta maupun
kota-kota lainnya.
Kejahatan terjadi karena ada
peluang. Dan peluang dunia pendidikan kita saat ini salah satunya ada pada, masih
rendahnya kualitas mental dan intelektual pelajar kita. Peluang itu kemudian menjadi
lahan bisnis para oknum yang tidak bertanggung jawab. Membocorkan soal,
mengedarkan kunci jawaban UN, menjadi joki UN, dan kejahatan lain yang dapat
dimanfaatkan untuk merauf keuntungan darinya.